Banyak yang bertanya akan hal Masjid Luar Batang Jakarta yang katanya akan terkena Penggusuran oleh Pemda DKI,walaupun saya bukan orang pemda tentu saya akan berani menjawab ....... Tidak akan mungkin.
![]() |
| Masjid Kramat Luar Batang |
Kenapa tidak akan mungkin ? Karna Masjid tersebut menyimpan nilai sejarah akan kota Jakarta ini,walaupun bangunan lamanya sudah berganti dengan bangunan baru yang itu sangat di sesalkan oleh para pemerhati sejarah Jakarta,tapi ada sosok tokoh besar yang dimakamkan di samping Masjid tersebut,seorang tokoh yang menyedot perhatian sekalian Masyarakat Jakarta dari dulu hingga kini,beliau adalah Assayid Husein bin Abibakar AlAidrus dari beliaulah ada dan munculnya kampung baru luar Batang
Karna kampung Baru luar batang dulu tidak ada,dan adanya Kampung tersebut di karnakan Assayid Husein yang pada waktu itu di paksa menerima hadiah dari pembesar Belanda berupa uang emas,dan Habib Husein berkata pada pembesar tersebut " bila ingin menghadiahkan kepada ku,hadiahkan saja tanah itu ( sambil menunjuk tanah lapang yang merupakan tempat air laut pasang )
Dan pembesar Belanda itu pun langsung berkata pada Assayid Husein " Wahai tuan Sayid ...... bila Tuan ingin tanah,jangan yang itu ...... karna itu bila air laut pasang akan terendam air "
Tapi Habib Husein dengan tegasnya berkata pada pembesar Belanda tersebut " kalau Tuan hadiahkan pada saya tanah ini tidak akan terkena pasang air laut lagi "
Dan pembesar Belanda itu pun langsung berkata pada Assayid Husein " Wahai tuan Sayid ...... bila Tuan ingin tanah,jangan yang itu ...... karna itu bila air laut pasang akan terendam air "
Tapi Habib Husein dengan tegasnya berkata pada pembesar Belanda tersebut " kalau Tuan hadiahkan pada saya tanah ini tidak akan terkena pasang air laut lagi "
Singkatnya Sayid Husein memasang batang batang yang di tancapkan di pinggiran laut sebagai batas,dan dulu tempat tersebut sempat dijadikan sandaran perahu para murid murid Sayid Husein yang dari jauh,karna makin lama makin banyak yang ingin menimba ilmu kepada Sayid Husein dan dari itu banyak pula yang akhirnya memutuskan mukim di sekitar rumah Sayid Husein yang di samping rumahnya ada langgar ( Masjid ) tempat beliau mengajar ilmu Agama
Hingga pada akhirnya mashurlah sebuah nama kampung baru di Batavia dengan sebutan Kampung Baru Luar Batang
Hingga pada akhirnya mashurlah sebuah nama kampung baru di Batavia dengan sebutan Kampung Baru Luar Batang
Saking mashurnya nama tokoh Sayid Husein di Luar Batang banyak masyarakat Betawi baik Pribumi,Cina,Hindi dan juga Orang Belandanya pun ada yang ikut ber Ziarah,masyarakat sekitar berebut ikut mengambil keuntungan dengan berjualan kembang payung dan pendapatannya pun sangat besar,hingga pernah terjadi pada zamannya Sayid Ustman bin Yahya Mufti Betawi ...... dimana terjadi kekisruhan prihal pendapatan Tromol/kotak amal makam Luar Batang yang dimanfaatkan oleh Pembesar/pejabat setempat,pada akhirnya atas saran dari Mufti Hijaza Assayid Zaini Dahlan untuk meminta kepada Sayid Ustman bersegera memberekan kekisruhan di Makam Kramat Luar Batang,dengan cepat Habib Ustman membuat Fatwa bahwa urusan Makam Kramat Luar Batang di pegang oleh Kerabat dari Sayid Husein bin Abubakar AlAidrus dan itu berlaku hingga sekarang
Masjid Kramat Luar Batang beberapa kali mengalami renofasi untuk menjaga agar bangunan tetap terjaga,dan baru pada masa Sutiyoso menjadi Gubernur Jakarta,Masjid Luar Batang di Bongkar total dengan alasan bangunan yang tidak mendukung,pada waktu itu semua bangunan diratakan dan hanya menyisakan Makam Habib Husein dan muridnya serta Gapura Masjid
Tahun 2005 mulai terlihat bangunan Masjid walaupun di sekitarnya masih belum terlihat rapi,hingga tahun 2009 bangunan tersebut masih dalam proses pembangunan,dan hingga kini ( 2016 ) masih belum sempurna dikarnakan ada beberapa pembangunan oleh pemerintah yang belum terealisasikan,diantaranya ruang parkir dan beberapa Fasilitas untuk membuat kenyamanan bagi para pengunjung Masjid dan Peziarah juga Sejarah yang perlu di telusuri lebih dalam lagi dan itu memang memerlukan waktu dan biaya yang besar
Tahun 2005 mulai terlihat bangunan Masjid walaupun di sekitarnya masih belum terlihat rapi,hingga tahun 2009 bangunan tersebut masih dalam proses pembangunan,dan hingga kini ( 2016 ) masih belum sempurna dikarnakan ada beberapa pembangunan oleh pemerintah yang belum terealisasikan,diantaranya ruang parkir dan beberapa Fasilitas untuk membuat kenyamanan bagi para pengunjung Masjid dan Peziarah juga Sejarah yang perlu di telusuri lebih dalam lagi dan itu memang memerlukan waktu dan biaya yang besar
Mungkin Pemda DKI Jakarta saat ini ingin meneruskan apa yang sudah di programkan oleh Pemda terdahulu,mudah mudahan tidak dijadikan bahan kampanye/kepentingan politik agar sejarahnya di kemudian hari enak untuk di baca dan di selami
Segitu aje .... dan ade sekedar gambar di ruang komentar prihal keadaan 2005 dan 2009 di Luar Batang yang lalu
Maapin yeh kalo rada panjang,tapi mudah mudahan yang mbacanye kaga pegel matenye
Baca Fatihah buat Habib Husein AlAidrus dan murid beliau yang bernama Haji Abdulgadir ...... AlFatihah.

No comments:
Post a Comment